Palu, 26 Februari 2010. Ada satu kebanggaan saya di Palu ini karena bisa menggelar satu turnamen nasional RemajaTenis . Ternyata selama ini Sulawesi Tengah belum pernah menjadi tuan rumah turnamen nasional tenis, sedangkan saat ini sudah ada 6 lapangan didalam satu lokasi yang baru direnovasi oleh Pemda Sulawesi Tengah. Sebelum direnovasi Gubernur Sulawesi Tengah pernah menantang Pengrov Pelti Sulteng adanya satu event nasional diatas lapangan tenis ini.
Jadi saya bisa menggelar Turnamen Nasional RemajaTenis ini mencatat sejarah pertenisan di Sulawesi Tengah. Ini hanya satu kebanggaan selaku pelaku tenis di Indonsia bisa memberikan sesuatu kepada masyarakat tenis di Sulawesi Tengah.
Sambutan masyarakat tenis datang dari Sulawesi Utara ( Manado dan Tondano), Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Kalimanan Timur, Sulawesi Tengah. Ada 6 propinsi belum lagi beberapa kabupaten di Sulteng maupun Sulsel ikut hadir.
RemajaTenis mulai diperkenalkan muai tahun 2009, diawali di Jakarta kemudian ke DIY, Medan dan Cirebon. Tahun 2010 masuklah di Mataram NTB, kemudiandi gelar di Jakarta, Bandung, Solo dan Palu. Saat yang bersmaan saya bisa menggelar RemajaTenis di Palu dan Solo.
Peristiwa yang tidak kalah penting selama menggelar RemajaTenis , baru kali ini dibukan oleh pejabat tertinggi di Provinsi yaitu Gubernur. Terjadinya justru di kota Palu Sulawesi Tengah.
Sayapun langsung bisa menggoda rekan rekan dari Manado dan Tondano yang datang ke Palu membawa petenis yuniornya. Walaupun kota Manado pernah menggelar turnamen nasional Yunior Maesa Paskah dan internasional, tetapi tidak permah dibuka oleh pejabat tertinggi diwilayahnya. Ini keluar sombongnya saya kepada rekan rekan dari Manado. " Masak ngoni kalah deng Palu. Coba lia, ele Gubernu tu buka turnamen." sayapun berkoar dengan mereka dengan tujuan untuk membangkitkan semangat agar bisa laksanakan kegiatan sejenis.
Jumat, 26 Februari 2010
Hari Prtama Jalan Kaki
Palu, 25 Februari 2010. Hari pertama menginjakkan kaki di kota Palu Sulawesi Tengah, saya bikin rekan rekan di Palu kebingungan. Tiba siang kemudian sore harinya pukul 16.00 waktu setempat, saya mau ke lapangan tenis GOR Palu yang baru direnovasi.
Karena menunggu agak lama penjemputan, sayapun sudah tidak sabar. Keputusannya adalah jalan kaki saja karena biasanya letaknya tidak terlalu jauh. Akibatnya rkan rekan bingung cari. Sewaktu masih 50 meter dari hotel saya terima telpon dari Victor Marunduh , mantan petenis yunior dari Palu. Sayapun sudah berniat jalan kaki sekalian ingin keluar keringat maka saya katakan sudah jalan kaki tapi tidak tahu letaknya dimana.
Saya tahu mereka bingung juga karena sudah ditugaskan untuk menjemput, tapi gagal. Sayapun jalan kaki terus , akibatnya jaraknya akin jauh . Ini karena tidak tahu letaknya.
Tetapi sudah terbiasa kalau mencari lapangan tenis bukan masalah, so pasti gampang dapatnya.
Begitu sampai depan GOR sudah menunggu pelatih Abdul Radjab yang sudah lama saya kenal.
" Aduh bos jalan kaki nih. Maaf ya." ujarnya. Sayapun tidak mempermasalahkan tetapi mereka seperti kebakaran jenggot. Bagi saya lebih enak jalan kaki karena ternyata keluar juga keringat dibadan sebagai ganti olahraga. Saya sendiri sudah lama tidak main tenis sehingga haus akan keluarkan keringat.
Karena menunggu agak lama penjemputan, sayapun sudah tidak sabar. Keputusannya adalah jalan kaki saja karena biasanya letaknya tidak terlalu jauh. Akibatnya rkan rekan bingung cari. Sewaktu masih 50 meter dari hotel saya terima telpon dari Victor Marunduh , mantan petenis yunior dari Palu. Sayapun sudah berniat jalan kaki sekalian ingin keluar keringat maka saya katakan sudah jalan kaki tapi tidak tahu letaknya dimana.
Saya tahu mereka bingung juga karena sudah ditugaskan untuk menjemput, tapi gagal. Sayapun jalan kaki terus , akibatnya jaraknya akin jauh . Ini karena tidak tahu letaknya.
Tetapi sudah terbiasa kalau mencari lapangan tenis bukan masalah, so pasti gampang dapatnya.
Begitu sampai depan GOR sudah menunggu pelatih Abdul Radjab yang sudah lama saya kenal.
" Aduh bos jalan kaki nih. Maaf ya." ujarnya. Sayapun tidak mempermasalahkan tetapi mereka seperti kebakaran jenggot. Bagi saya lebih enak jalan kaki karena ternyata keluar juga keringat dibadan sebagai ganti olahraga. Saya sendiri sudah lama tidak main tenis sehingga haus akan keluarkan keringat.
Kamis, 17 Desember 2009
Usia Peserta PON XVIII 2012 adalah maksimum 21 tahun
Jakarta, 15 Desember 2009. Hari ini surat PP Pelti kepada KONI Pusat telah saya tandatangani surat kepada KONI Pusat mengenai usulan pembatasan umur untuk cabang olahraga tenis di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 di Riau.
KONI sendiri sudah menyadari alasan sehingga muncul pemikiran agar PON Prestasi seperti yang dikehendakai bersama bukannya PON Prestise yang kesannya akhir akhir ini.Kita harus melihat fakta dilapangan , ternyata atlet kelas dunia Indonesia masih terju juga diturnamen kelas kampung istilah kasarnya . Seperti ikut di PORDA (Pekan Olahraga Daerah) atau PON. Yang menjadi masalah kejadian PON yang lalu di Balikpapan. Ada atlet yang sedang bertanding dikelas Grand Slam Wimbledon Junior harus merelakan Grandslam ini untuk cepat cepat kembali ke Jakarta dan ikut langsung ke Balikpapan karena sudah dikontrak daerah tersebut. Mengorbankan kesempatan bertarung dikelas Grandslam yang selama ini hanya beberapa gelintir petenis Indonesia bisa menikmatinya dikorbankan hanya karena PON XVII 2008. Pengalaman saya pernah juga atlet putri kelas dunia ( masuk dalam peringkat dunia 50 besar masih mau turun di Pekan Olahraga Nasional, karena sungkan kepada Gubernur yang selama ini mendukungnya.
Saya cukup salut ada juga petenis putri tidak mau mengorbankan kesempatannya bertanding di Grandslam US Open dan membatalkan ikut PON XVI Palembang tahun 2004. Saya waktu itu selaku Technical Delegate dibuat pusing kepala oleh manajer tim Jawa Barat, karena merasa yakin atletnya bisa turun di PON XVI. Bisa dibayangkan manajer tim tersebut begitu ngotot dengan mengatakan kalau atletnya sudah janji sama Pangdam Siliwangi yang mendukungnya. Sedangkan saya cukup melihat undian Grandslam US Open namanya tercantum dalam undian di ganda campuran. saya tahu jika sudah terdaftar disuatu turnamen tidak mudah membatalkannya. Jika terjadi maka akan kena dnd yang cukup besar. Dan benar juga atlet tersebut akhirnya tidak datang juga.
Dalam surat PP Pelti kepada KONI Pusat dicantumkan kalau persyaratan peserta itu maksimal pada th 2012 berusia 21 tahun. Artinya di saat ini atlet tersebut maksimal berusia 18 tahun.
Saya iseng saja mengirimkan SMS kepada rekan rekan didaerah, baik platih maupun pengurus Pelti diprovinsi. Isinya tidak mencantumkan usia 21 tahun untuk th 2012, tetapi menyampaikan kalau pesrta yang ikut PON XVIII adalah atlet yunir saat ini. Batasan yunior di tenis adalah maksimum usia 18 tahun. Dari SMS ini kita bisa melihat pengetahuan rekan rekan pengurus Pelti didaerah. Ada yang bertanya berapa usia sebenarnya yang dimaksud yunior tersebut. Saya hanya sebutkan hitung saja sendiri.
KONI sendiri sudah menyadari alasan sehingga muncul pemikiran agar PON Prestasi seperti yang dikehendakai bersama bukannya PON Prestise yang kesannya akhir akhir ini.Kita harus melihat fakta dilapangan , ternyata atlet kelas dunia Indonesia masih terju juga diturnamen kelas kampung istilah kasarnya . Seperti ikut di PORDA (Pekan Olahraga Daerah) atau PON. Yang menjadi masalah kejadian PON yang lalu di Balikpapan. Ada atlet yang sedang bertanding dikelas Grand Slam Wimbledon Junior harus merelakan Grandslam ini untuk cepat cepat kembali ke Jakarta dan ikut langsung ke Balikpapan karena sudah dikontrak daerah tersebut. Mengorbankan kesempatan bertarung dikelas Grandslam yang selama ini hanya beberapa gelintir petenis Indonesia bisa menikmatinya dikorbankan hanya karena PON XVII 2008. Pengalaman saya pernah juga atlet putri kelas dunia ( masuk dalam peringkat dunia 50 besar masih mau turun di Pekan Olahraga Nasional, karena sungkan kepada Gubernur yang selama ini mendukungnya.
Saya cukup salut ada juga petenis putri tidak mau mengorbankan kesempatannya bertanding di Grandslam US Open dan membatalkan ikut PON XVI Palembang tahun 2004. Saya waktu itu selaku Technical Delegate dibuat pusing kepala oleh manajer tim Jawa Barat, karena merasa yakin atletnya bisa turun di PON XVI. Bisa dibayangkan manajer tim tersebut begitu ngotot dengan mengatakan kalau atletnya sudah janji sama Pangdam Siliwangi yang mendukungnya. Sedangkan saya cukup melihat undian Grandslam US Open namanya tercantum dalam undian di ganda campuran. saya tahu jika sudah terdaftar disuatu turnamen tidak mudah membatalkannya. Jika terjadi maka akan kena dnd yang cukup besar. Dan benar juga atlet tersebut akhirnya tidak datang juga.
Dalam surat PP Pelti kepada KONI Pusat dicantumkan kalau persyaratan peserta itu maksimal pada th 2012 berusia 21 tahun. Artinya di saat ini atlet tersebut maksimal berusia 18 tahun.
Saya iseng saja mengirimkan SMS kepada rekan rekan didaerah, baik platih maupun pengurus Pelti diprovinsi. Isinya tidak mencantumkan usia 21 tahun untuk th 2012, tetapi menyampaikan kalau pesrta yang ikut PON XVIII adalah atlet yunir saat ini. Batasan yunior di tenis adalah maksimum usia 18 tahun. Dari SMS ini kita bisa melihat pengetahuan rekan rekan pengurus Pelti didaerah. Ada yang bertanya berapa usia sebenarnya yang dimaksud yunior tersebut. Saya hanya sebutkan hitung saja sendiri.
Jumat, 22 Mei 2009
Piala Ferry Raturandang-65 di Solo
Turnamen Piala Ferry Raturandang-65 diselenggarakan tanggal 17 Mei 2009 di lapangan tenis GOR Manahan Solo.
DAFTAR PESERTA :
1. Kelompok Umur 16 tahun PUTRA
- Wiku Pandu Puspoyo (Wonogiri)
- Dhani Chrisna (Boyolali)
- Redondo (main di KU 14 th)
- Okky (DIY)
- Nanda (DIY)
- Deddy (DIY)
2. Kelompok Umur 16 tahun PUTRI
- Nike Andriyani K (DIY)
- Yosita Pramawidya (Wonogiri)
3. Kelompok Umur 14 tahun PUTRA
- Bramastra Nandi W (Semarang)
- Anthony Susanto (Semarang)
- Arif Wisnumurti (Wonogiri)
- Yudiawan Adidarma (Wonogiri)
- M.Bintang Lazuardi (Wonogiri)
- Omega Jati Kusuma Putra ( Solo )
- Giovanni Rizaldi Oemar (DIY) , BATAL
- Widanu (DIY)
- Yudho Laksono (DIY)
- Valerio Detra (DIY)
- Nanda Bakti Gumelar (DIY)
- Nanda Putra (Solo)
- Bobby ( Solo )
- Roy Cahyo (Solo)
- Cakra (Solo)
- Redondo (DIY)
- Pradwipa Mutianto (Solo)
- Ismed Azarinudin (Solo)
4. Kelompok Umur 14 tahun PUTRI
- Nur Hidayat Ika Permatasari (Bantul)
- Nandifah Nur Hasanah (DIY)
- Dwi Indah (Solo)
- Gesti
- Valentyn GP
5. Kelompok Umur 12 tahun PUTRA
- Akbar Pambudi (Brebes)
- Deo Gustirandra Putra (DIY)
- Alfin Widya Oratama (Grobogan)
- M. Habibfah G (Purwodadi)
- Novendika (Wonogiri )
- Hanif Chaidar (Wonogiri)
- Bagas Prakaso (Solo)
- Bagus Permono (Solo)
- Yusri Arham Hasmanto (Wonogiri)
- M.Yogas Hermawan (DIY)
- Moch. Reza Prihatna (Solo)
- Pradipta Muh. Ilham (Purwodadi)
- Sayid Wage Arsa (Solo)
- Andi Abdulah (Solo)
- Sandika Septiana (SOLO)
- Andrew (Solo)
- Kilvan Yoga Nandiva (Semarang)
- Faisal Agita (Semarang)
- Dani Muhamad (Semarang)
- Irawan (Sukoharjo)
- Muh. Taufik
- Mahfudin Aditya (Wonogiri)
- Kulki Indragiri (Wonogiri)
- Teguh Bimo (Solo)
6. Kelompok Umur 12 tahun PUTRI
- Dhatu (Solo)
- Nurin (Wonogiri)
- Mutiara Dyah M (Wonogiri)
- Latifah Amylia (Solo)
- Anisa Mayasari (DIY)
- Ayu Maharani (DIY)
- Tesalonika (Solo)
7. Kelompok Umur 10 tahun PUTRA
- Adhi Surya Adani (Solo)
- Ade Putro (Solo)
- Stefano Wirawan (Semarang)
- Ivan Dwi Hascaryo (Semarang)
- Emanuel Patrick (Pati)
- Ijlal Anas Herlambang (Pati)
8. Kelompok Umur 10 tahun PUTRI
- Novita (Wonogiri)
- Fransisca Dwi M (Solo)
- Adelia Rinenda (Solo)
- Nafidiah Dwi Puspitasari
- Beatrice C.I (Pati)
- Vicky Irma Margaretha Oktaviana (Semarang)
- Novela Reza ( DIY)
- Reza (DIY)
DAFTAR PESERTA :
1. Kelompok Umur 16 tahun PUTRA
- Wiku Pandu Puspoyo (Wonogiri)
- Dhani Chrisna (Boyolali)
- Redondo (main di KU 14 th)
- Okky (DIY)
- Nanda (DIY)
- Deddy (DIY)
2. Kelompok Umur 16 tahun PUTRI
- Nike Andriyani K (DIY)
- Yosita Pramawidya (Wonogiri)
3. Kelompok Umur 14 tahun PUTRA
- Bramastra Nandi W (Semarang)
- Anthony Susanto (Semarang)
- Arif Wisnumurti (Wonogiri)
- Yudiawan Adidarma (Wonogiri)
- M.Bintang Lazuardi (Wonogiri)
- Omega Jati Kusuma Putra ( Solo )
- Giovanni Rizaldi Oemar (DIY) , BATAL
- Widanu (DIY)
- Yudho Laksono (DIY)
- Valerio Detra (DIY)
- Nanda Bakti Gumelar (DIY)
- Nanda Putra (Solo)
- Bobby ( Solo )
- Roy Cahyo (Solo)
- Cakra (Solo)
- Redondo (DIY)
- Pradwipa Mutianto (Solo)
- Ismed Azarinudin (Solo)
4. Kelompok Umur 14 tahun PUTRI
- Nur Hidayat Ika Permatasari (Bantul)
- Nandifah Nur Hasanah (DIY)
- Dwi Indah (Solo)
- Gesti
- Valentyn GP
5. Kelompok Umur 12 tahun PUTRA
- Akbar Pambudi (Brebes)
- Deo Gustirandra Putra (DIY)
- Alfin Widya Oratama (Grobogan)
- M. Habibfah G (Purwodadi)
- Novendika (Wonogiri )
- Hanif Chaidar (Wonogiri)
- Bagas Prakaso (Solo)
- Bagus Permono (Solo)
- Yusri Arham Hasmanto (Wonogiri)
- M.Yogas Hermawan (DIY)
- Moch. Reza Prihatna (Solo)
- Pradipta Muh. Ilham (Purwodadi)
- Sayid Wage Arsa (Solo)
- Andi Abdulah (Solo)
- Sandika Septiana (SOLO)
- Andrew (Solo)
- Kilvan Yoga Nandiva (Semarang)
- Faisal Agita (Semarang)
- Dani Muhamad (Semarang)
- Irawan (Sukoharjo)
- Muh. Taufik
- Mahfudin Aditya (Wonogiri)
- Kulki Indragiri (Wonogiri)
- Teguh Bimo (Solo)
6. Kelompok Umur 12 tahun PUTRI
- Dhatu (Solo)
- Nurin (Wonogiri)
- Mutiara Dyah M (Wonogiri)
- Latifah Amylia (Solo)
- Anisa Mayasari (DIY)
- Ayu Maharani (DIY)
- Tesalonika (Solo)
7. Kelompok Umur 10 tahun PUTRA
- Adhi Surya Adani (Solo)
- Ade Putro (Solo)
- Stefano Wirawan (Semarang)
- Ivan Dwi Hascaryo (Semarang)
- Emanuel Patrick (Pati)
- Ijlal Anas Herlambang (Pati)
8. Kelompok Umur 10 tahun PUTRI
- Novita (Wonogiri)
- Fransisca Dwi M (Solo)
- Adelia Rinenda (Solo)
- Nafidiah Dwi Puspitasari
- Beatrice C.I (Pati)
- Vicky Irma Margaretha Oktaviana (Semarang)
- Novela Reza ( DIY)
- Reza (DIY)
Jumat, 31 Oktober 2008
Rabu, 15 Oktober 2008
Himbauan ke Orang Tua dan Pelatih
PERHATIAN UNTUK ORANGTUA , PELATIH DAN PENONTON
1. Jadilah Orang Tua, Pelatih dan Penonton yang baik.
2. Tidak Diperkenankan Duduk Di Kursi / Bangku Pemain Didalam Lapangan tanpa ijin Panpel.
3. Tidak Diperkenankan Menjadi WASIT, tanpa ijin Panpel.
4. Tidak Diperkenankan Memberikan COACHING Selama Pertandingan Berlangsung.
5. Harap Tenang Di Tempat Duduk Penonton Sampai Bola Berhenti (Mati).
6. Tidak Diperkenakan Mengganggu Jalannya Pertandingan Anak Anak.
7. Didiklah Anak Agar MANDIRI dan PERCAYA DIRI.
8. Hormatilah Keunggulan Lawan Anak Anda.
9. Hormatilah Sesama Orang Tua, Pelatih dan Penonton Lainnya.
1. Jadilah Orang Tua, Pelatih dan Penonton yang baik.
2. Tidak Diperkenankan Duduk Di Kursi / Bangku Pemain Didalam Lapangan tanpa ijin Panpel.
3. Tidak Diperkenankan Menjadi WASIT, tanpa ijin Panpel.
4. Tidak Diperkenankan Memberikan COACHING Selama Pertandingan Berlangsung.
5. Harap Tenang Di Tempat Duduk Penonton Sampai Bola Berhenti (Mati).
6. Tidak Diperkenakan Mengganggu Jalannya Pertandingan Anak Anak.
7. Didiklah Anak Agar MANDIRI dan PERCAYA DIRI.
8. Hormatilah Keunggulan Lawan Anak Anda.
9. Hormatilah Sesama Orang Tua, Pelatih dan Penonton Lainnya.
Ketentuan Pertandingan
PERATURAN PERTANDINGAN
PIALA FERRY RATURANDANG-57 th 2008
Turnamen tenis yunior Piala Ferry Raturandang 2008 menggunakan peraturan Rules of Tennis yang dikeluarkan oleh the International Tennis Federation (ITF) maupun Ketentuan TDP (Pelti).
Peserta :
Peserta Piala Ferry Raturandang-57 tahun 2008 adalah terbuka untuk umum dengan usia sesuai dengan kelompok umur yang dipertandingkan:
Kelompok Umur 10 tahun, lahir th 1998 atau sesudahnya,
Kelompok Umur 12 tahun, lahir th 1996 atau sesudahnya,
Kelompok Umur 14 tahun, lahir th 1994 atau sesudahnya,
Jenis Pertandingan Piala Ferry Raturandang-57 th 2008 mempertandingkan TUNGGAL Putra dan Putri untuk kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun .
Pendaftaran :
Pendaftaran peserta melalui SMS ke 081384945543 atau E-mail: ferryraturandangcup@yahoo.com Setiap peserta akan mendapatkan konfirmasi diterimanya pendaftaran atau membaca di http://www.afraturandang.blogspot.com/. Uang pendaftaran Rp. 100.000 dapat dibayar ditempat .
Penutupan Pendaftaran adalah 19 Oktober 2008
Panitia tidak akan menerima pendaftaran langsung ditempat pertandingan, kecuali mengganti tempat peserta yang tidak hadir atau masih ada tempat kosong.
Jadwal Pertandingan :
Sabtu 25 Oktober 2008 , mulai jam 09.00 sampai selesai
Minggu, 26 Oktober 2008, mulai pkl 08.00 sampai selesai.
Order of Play (Jadwal Pertandingan) akan diberikan setelah waktu penutupan pendaftaran melalui SMS. Peserta dapat menanyakan ke HP 08561900943 atau 081384945543
Pertandingan dilaksanakan tanpa WASIT dan tanpa PEMUNGUT BOLA.
Bola Resmi yang digunakan adalah Bola tenis NASSAU
Tempat Pertandingan :
Turnamen dilaksanakan dilapangan tenis Bhuana Patra, jl. Udayana Singaraja dan lapangan tenis UNDIKSHA, jl. Udayana , dan lapangan Yudistira, Singaraja, BALI.
Tata cara pertandingan :
Peserta sendiri tanpa diwakilkan baik oleh orangtua maupun pelatih atau suruhannya diwajibkan menyelesaikan administrasi pertandingan dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 100.000,00 ke meja pertandingan.
Peserta yang telah dijadwalkan bertanding sudah harus siap 10 menit sebelumnya sesuai waktu yang telah disiapkan dalam Order of Play.
Peserta yang tidak siap pada waktunya akan dinyatakan KALAH.
Peserta diwajibkan mengenal calon lawan lawannya.
Peserta yang telah dijadwalkan mengambil sendiri bolanya ke meja pertandingan, dan mengembalikan bola tersebut oleh yang menang untuk melaporkan hasil pertandingannya.
Peserta kemudian mengundi sendiri untuk memilih servis atau tempat. Jika telah memilih servis maka lawannya mempunyai hak atas tempat pertandingannya.
Peserta pemegang servis diwajibkan menyebutkan angka saat itu sebelum servis dilakukan.
Peserta yang dekat dengan jatuhnya bola mempunyai hak atas penyebutan bola KELUAR atau MASUK
Jika terjadi tidak ada kesepakatan soal angka, diwajibkan untuk melaporkan kepada Referee yang bertugas.
PENONTON yaitu Orangtua, Pelatih dll tidak diperkenankan menjadi WASIT, kecuali diminta tenaga bantuannya oleh Referee.
Jika ternyata ada PENONTON (Orangtua, Pelatih dll) yang membantu bertindak sebagai WASIT tanpa ijin, kepada peserta diminta menegurnya dengan memberikan tanda telunjuk jari kedepan mulut. Jikalau masih terulang lagi maka peserta dapat menghentikan permainan dan keluar lapangan untuk melapor kepada Referee.
Sistem pertandingan :
1. KU 10 dan 12 tahun adalah , The Best of 11 games. Artinya siapa yang mendapatkan 6 games dinyatakan menang. Jikalau angka 5-5 tidak ada tie break, tetap mencari angka 6 lebih dulu.
2. Untuk Kelompok Umur 14 tahun menggunakan system The best of 3 short sets, final set tie break. Artinya tiap set mencari games ke empat (kalau kedudukan 3-3 maka maksimal sampai games kelima). Jika kedudukan 4-4 maka dilakukan tie break ( sampai 7) Dan jika kedudukan set sama ( 1-1) maka set ketiga menggunakan super tie break ( sampai 10).
Khusus bagi kelompok umur 10 tahun jika peserta belum tahu cara menghitung, bisa minta bantuan kepada Panpel, tetapi hanya membantu menghitung. Bukan menyatakan bola KELUAR atau MASUK yang tetap merupakan hak dari peserta sendiri.
Jikalau bola keluar, Peserta diwajibkan berteriak lebih dulu baru kemudian memukulnya, BUKAN SEBALIKNYA
PIALA FERRY RATURANDANG-57 th 2008
Turnamen tenis yunior Piala Ferry Raturandang 2008 menggunakan peraturan Rules of Tennis yang dikeluarkan oleh the International Tennis Federation (ITF) maupun Ketentuan TDP (Pelti).
Peserta :
Peserta Piala Ferry Raturandang-57 tahun 2008 adalah terbuka untuk umum dengan usia sesuai dengan kelompok umur yang dipertandingkan:
Kelompok Umur 10 tahun, lahir th 1998 atau sesudahnya,
Kelompok Umur 12 tahun, lahir th 1996 atau sesudahnya,
Kelompok Umur 14 tahun, lahir th 1994 atau sesudahnya,
Jenis Pertandingan Piala Ferry Raturandang-57 th 2008 mempertandingkan TUNGGAL Putra dan Putri untuk kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun .
Pendaftaran :
Pendaftaran peserta melalui SMS ke 081384945543 atau E-mail: ferryraturandangcup@yahoo.com Setiap peserta akan mendapatkan konfirmasi diterimanya pendaftaran atau membaca di http://www.afraturandang.blogspot.com/. Uang pendaftaran Rp. 100.000 dapat dibayar ditempat .
Penutupan Pendaftaran adalah 19 Oktober 2008
Panitia tidak akan menerima pendaftaran langsung ditempat pertandingan, kecuali mengganti tempat peserta yang tidak hadir atau masih ada tempat kosong.
Jadwal Pertandingan :
Sabtu 25 Oktober 2008 , mulai jam 09.00 sampai selesai
Minggu, 26 Oktober 2008, mulai pkl 08.00 sampai selesai.
Order of Play (Jadwal Pertandingan) akan diberikan setelah waktu penutupan pendaftaran melalui SMS. Peserta dapat menanyakan ke HP 08561900943 atau 081384945543
Pertandingan dilaksanakan tanpa WASIT dan tanpa PEMUNGUT BOLA.
Bola Resmi yang digunakan adalah Bola tenis NASSAU
Tempat Pertandingan :
Turnamen dilaksanakan dilapangan tenis Bhuana Patra, jl. Udayana Singaraja dan lapangan tenis UNDIKSHA, jl. Udayana , dan lapangan Yudistira, Singaraja, BALI.
Tata cara pertandingan :
Peserta sendiri tanpa diwakilkan baik oleh orangtua maupun pelatih atau suruhannya diwajibkan menyelesaikan administrasi pertandingan dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 100.000,00 ke meja pertandingan.
Peserta yang telah dijadwalkan bertanding sudah harus siap 10 menit sebelumnya sesuai waktu yang telah disiapkan dalam Order of Play.
Peserta yang tidak siap pada waktunya akan dinyatakan KALAH.
Peserta diwajibkan mengenal calon lawan lawannya.
Peserta yang telah dijadwalkan mengambil sendiri bolanya ke meja pertandingan, dan mengembalikan bola tersebut oleh yang menang untuk melaporkan hasil pertandingannya.
Peserta kemudian mengundi sendiri untuk memilih servis atau tempat. Jika telah memilih servis maka lawannya mempunyai hak atas tempat pertandingannya.
Peserta pemegang servis diwajibkan menyebutkan angka saat itu sebelum servis dilakukan.
Peserta yang dekat dengan jatuhnya bola mempunyai hak atas penyebutan bola KELUAR atau MASUK
Jika terjadi tidak ada kesepakatan soal angka, diwajibkan untuk melaporkan kepada Referee yang bertugas.
PENONTON yaitu Orangtua, Pelatih dll tidak diperkenankan menjadi WASIT, kecuali diminta tenaga bantuannya oleh Referee.
Jika ternyata ada PENONTON (Orangtua, Pelatih dll) yang membantu bertindak sebagai WASIT tanpa ijin, kepada peserta diminta menegurnya dengan memberikan tanda telunjuk jari kedepan mulut. Jikalau masih terulang lagi maka peserta dapat menghentikan permainan dan keluar lapangan untuk melapor kepada Referee.
Sistem pertandingan :
1. KU 10 dan 12 tahun adalah , The Best of 11 games. Artinya siapa yang mendapatkan 6 games dinyatakan menang. Jikalau angka 5-5 tidak ada tie break, tetap mencari angka 6 lebih dulu.
2. Untuk Kelompok Umur 14 tahun menggunakan system The best of 3 short sets, final set tie break. Artinya tiap set mencari games ke empat (kalau kedudukan 3-3 maka maksimal sampai games kelima). Jika kedudukan 4-4 maka dilakukan tie break ( sampai 7) Dan jika kedudukan set sama ( 1-1) maka set ketiga menggunakan super tie break ( sampai 10).
Khusus bagi kelompok umur 10 tahun jika peserta belum tahu cara menghitung, bisa minta bantuan kepada Panpel, tetapi hanya membantu menghitung. Bukan menyatakan bola KELUAR atau MASUK yang tetap merupakan hak dari peserta sendiri.
Jikalau bola keluar, Peserta diwajibkan berteriak lebih dulu baru kemudian memukulnya, BUKAN SEBALIKNYA
Langganan:
Postingan (Atom)
